Saturday, December 2, 2017

Masjid Agung Tanara. peninggalan Sultan Banten Maulana Hasanuddin



Menurut Wikipedia, pada umumnya masyarakat mengenal masjid agun Tanara, adalah peninggalan Syekh Nawawi, karena lokasinya berdampingan dengan rumah kelahirannya. Padahal, masjid tersebut merupakan peninggalan Sultan Maulana Hasanuddin.
Pantas dikatakan demikian, karena memang tak ada prasasti yang menyebutkan, bahwa masjid tersebut didirikan Sultan Maulana Hasanuddin. Pada sisi lain, masyarakat sekitar Tanara mengait-kaitkan bangunan tersebut dengan dunia spiritual. Arsitektur dan asesori yang terdapat di masjid tersebut mirip dengan Masjid Agung Banten Lama.
Masjid Agung Tanara tergolong lebih dahulu dibangun daripada Masjid Agung Banten yang terletak di Banten Lama. Sebab, Masjid Agung Banten Lama didirikan pada masa Pemerintahan Sultan Maulana Yusuf.
Masjid tersebut bukanlah satu-satunya masjid bersejarah. Ada juga yang berdiri pada masa kekuasaan Maulana Yusuf, Masjid Kasunyatan. Masjid tersebut berdiri antara 1552 sampai 1570.
“Masjid ini merupakan masjid kuno yang ada di Provinsi Banten,” kata Direktur Banten Heritage, Dadan Sujana. Nama Kasunyatan tidak lepas dari lokasi masjid, yaitu Kampung Kasunyatan. Menurut beberapa sumber, Kampung Kasunyatan menjadi tempat tinggal ulama-ulama pada masa Kesultanan Banten. Awalnya, masjid tersebut diberi nama Masjid Al Fatihah yang berarti pembuka.
Dilihat dari segi fisik bangunan Masjid Agung Tanara masih bercorak khas bangunan kuno. Di ruang utama Masjid Kasuyatan terdapat empat buah tiang penyangga berbentuk bulat dengan ukuran tinggi kurang lebih 5 meter yang diletakkan di atas umpak setinggi kurang lebih 50 sentimeter.

Featured Post

Masjid Agung Tanara. peninggalan Sultan Banten Maulana Hasanuddin

Menurut Wikipedia, pada umumnya masyarakat mengenal masjid agun Tanara, adalah peninggalan Syekh Nawawi, karena lokasinya berdampingan de...