Sunday, January 7, 2018

Makam di Selatan Benteng Keraton Surosowan Banten Lama

Nisan terbuat dari batu berwarna coklat yang dibentuk dengan pembagian menjadi bagian kepala, badan, dan kaki nisan. Bagian kepala nisan batunya dibuat cenderung pipih. Sisi muka yang menghadap selatan diguratkan atau dipahatkan hiasan kurawal pada bagian tepiannya. Di bagian bawahnya terdapat permukaan yang berdenah empat persegi panjang dengan sejumlah guratan yang membentuk aksara Jawa Baru.

Dibatasi oleh profil di bagian bawah dari permukaan yang beraksara Jawa Baru adalah bagian badan nisan. Permukaan badan nisan memiliki hiasan unik berbentuk gambar manusia yang jika diperhatikan menyerupai perempuan dengan baju panjang, kakinya tidak terlihat. Terdapat guratan angka di profil bagian bawah yang memisahkan bagian badan nisan dengan kaki, yaitu 1899.

Posisi lahan dimana makam berada, cukup dekat dengan lahan yang sedang dikerjakan Dinas PU Provinsi Banten yang sedang membuat terminal baru untuk kendaraan pengunjung Kawasan Situs Banten Lama. Dikutip dari laman kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbbanten, temuannya adalah satu makam yang ditandai oleh dua batu nisan yang diletakkan dengan orientasi utara-selatan.

kabar-banten.com
Wisata Pantai Gope menyajikan panorama air laut yang tenang dan bersih. Di sekitar lokasi banyak dijumpai tanaman bakau yang hijau. Uniknya, pantai tersebut memiliki nama yang tidak wajar. Pantai itu dikenal dengan sebutan Pantai Gope.

Sebutan Pantai Gope itu berawal dari cerita pengunjung wisata. Setiap wisatawan yang masuk ke lokasi membawa kendaraan akan dipungut biaya sebesar Rp 500 atau gope.

tidak ada lokasi untuk berenang, Pantai Gope sudah mulai bergeming di telinga masyarakat Banten khususnya warga Serang. Terbukti, setiap memasuki akhir pekan lokasi tersebut banyak dipadati wisatawan.  Pelabuhan Karangantu ini memiliki nilai sejarah. Sebab, pernah mengalami masa kejayaan pada zaman kerajaan Banten.

Di lokasi Pelabuhan Perikanan Nasional (PPN) Karangantu, Kasemen, Kota Serang, ada dermaga yang dijadikan tempat selfie para wisatawan. Tidak sekadar pamer pose, saat pengunjung berada di lokasi dapat menikmati keindahan pantai. Aktivitas perahu nelayan yang hilir mudik menambah suasana pengunjung untuk berfoto bersama keluarga.

Wisata Pantai Gope Kasemen Kota Serang

Thursday, January 4, 2018

Makam Kerkhoff di Sekitar Benteng Speelwijk Banten Lama

Salah satu jenis tinggalan yang juga menarik serta memberikan informasi tentang kehidupan manusia di masa lalu adalah makam. Di lingkungan Benteng Speelwijk, masih di Kawasan Banten Lama, terdapat beberapa makam Belanda. Makam-makam Belanda yang juga disebut dengan kerkhoff ini terletak di Kampung Pamarican, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Provinsi Banten.
Dilansir laman kebudayaan.kemdikbud.go.id, kata kerkhoff merupakan bahasa Belanda, yang jika dipecah menjadi dua suku kata maka kerk berarti gereja dan hoff adalah halaman. Menjadi tradisi orang Belanda yang mayoritas Kristen, menguburkan keluarganya di samping gereja. Lambat laun, kata kerkhoff menjadi sebutan untuk kuburan atau permakaman. Agak berbeda dengan beberapa makam Belanda yang ditemukan di dekat gereja, beberapa makam di Kota Serang ditemukan di dekat Benteng Speelwijk.
Kerkhoff, Makam Belanda di Banten Lama

Salah satu makam yang paling besar dan menarik di antara makam kerkhoff  tersebut merupakan makam Komandan Hugo Pieter Faure (1717 – 1763). Makam yang lain merupakan makam Jacob Wits, pegawai pajak dan pembelian (Kopman en Fiscaal Deserbezeting) yang wafat 9 Maret 1769. Ada pula makam Catharina Maria van Doorn (meninggal 8 Desember 1769), istri Jan van Doorn, yang berpangkat letnan, serta makam Maria Susana Acher, istri Thomas Schipers, pegawai pajak dan pembelian, yang meninggal pada 6 Juli 1743.
kabar-banten-com

Wednesday, January 3, 2018

Bebek Goreng Malioboro kuliner di Kota Serang

Awal usahanya ini dimulai ketika Ia ingin mencari kesibukan yang bermanfaat sekaligus mendapat tambahan penghasilan. Bapak paruh baya asal Yogyakarta tersebut memiliki keahlian masak yang mumpuni sehingga berani untuk mencoba membuka kedai makan keliling dengan mobil minivan yang dimodifikasi sehingga terlihat modis dan dinamis.
Untuk saat ini H. Dani baru menyediakan menu bebek dan ayam kampung goreng saja, karena baru memulai usaha serta ingin melihat bagaimana tanggapan masyarakat terhadap masakannya. Setalah lebih dari satu bulan membuka kedai, Dani akan menambahkan menu lainnya seperti makanan khas serang olahan daging kambing yaitu rabeg dan sup asparagus rasa khusus.
H. Dani selaku pemilik kedai Bebek Malioboro tersebut mengatakan, kedainya ini mulai buka pukul 11:00 sampai 14:00 di Stadion Maulana Yusuf Ciceri Kota Serang dan buka kembali pada pukul 17:00 sampai 23:00 di dekat pertigaan Jl. Raya Serang-Cilegon, Kepandean.

Tuesday, January 2, 2018

Masjid Kasunyatan Berdiri Tahun 1552

Kompleks Masjid Kasunyatan ini berada di atas tanah seluas kurang lebih 2544 m2. Tidak terdapat data mengenai tahun pembangunan masjid, namun berdasarkan cerita masyarakat, masjid ini didirikan oleh guru spiritual Maulana Muhammad sekitar pertengahan abad XVI.
Masjid Kasunyatan merupakan kompleks bangunan yang dibatasi oleh tembok keliling, dengan tiga gapura yang terletak di sisi barat, selatan dan timur. Bangunan utama Masjid Kasunyatan ini terletak di tengah-tengah kompleks, berbentuk persegi empat dengan ukuran 11,30 x 11,50 meter, menghadap ke selatan, atap berbentuk tumpang tiga terbuat dari genteng dengan hiasan pada puncaknya. Di ruang utama terdapat empat buah tiang penyangga berbentuk bulat.
Masjid Kasunyatan terletak di Kampung Kasunyatan, Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Sebelah utara, masjid berbatasan dengan lahan kosong, sebelah selatan berbatasan dengan permukiman, sebelah timur berbatasan dengan permukiman, dan di sebelah barat berbatasan dengan Sungai Cibanten.

kabar-banten.com

Masjid Beji Bojonegara, Kabupaten Serang

Dilansir laman kebudayaan.kemdikbud.go.id,  tentang Masjid Baitul Mutaqin, dimana menaranya berbentuk seperti pion bidak catur. Terdiri atas tiga bagian, yakni bentuk persegi di bagian bawah (kaki), segi delapan di bagian tengah (badan), bagian atas berbentuk segi delapan yang di puncaknya terdapat simbol bulan sabit dan bintang. Di kaki menara terdapat pintu berbentuk lengkung di bagian atas. Pintu ini menuju puncak menara, yang dahulu digunakan untuk menyuarakan adzan memanggil umat Islam untuk sholat. Menara Masjid Beji dalam kondisi terawat, dibangun di atas tanah wakaf.
Menara Masjid Beji dibangun pada tahun 1888 atas perintah K.H. Wasyid, yang berungsi untuk adzan. Menara ini juga merupakan simbol peristiwa Geger Cilegon yang terjadi pada tahun 1888. Tokoh K.H. Wasyid sangat terkenal di kalangan masyarakat Cilegon dan sekitarnya. Geger Cilegon, sebagaimana yang disebutkan di atas, terjadi pada tanggal 8 Juli 1888. Peristiwa pemberontakan yang dikenal dengan Geger Cilegon tersebut dipimpin oleh Haji Abdul Karim, H. Tubagus Ismail, dan K.H. Wasyid.
Penyebab terjadinya pemberontakan adalah penetrasi perekonomian pada masyarakat Banten, khususnya Cilegon. Pemerintah kolonial memberlakukan peraturan sewa tanah yang berimbas pada peraturan perpajakan. Pemungutan pajak tersebut mengakibatkan langkanya uang dan rendahnya harga hasil pertanian.
Masjid Beji Bojonegara, Kabupaten Serang

Monday, January 1, 2018

Wisata Balong Ranca Lentah Rangkasbitung

Balong Ranca Lentah Rangkasbitung cocok untuk wisata keluarga. Selain terdapat wahana permainan anak, seperti bebek-bebekan, juga malam harinya bisa untuk santai warga. Masyarakat juga bisa menikmati beragam makanan khas lokal yang terpajang di sekitar lokasi balong.  Kehadiran wisata balong tampaknya memberikan suasana kota menjadi lengkap. Masyarakat bisa menikmati indahnya malam di pusat kota tak jauh dari Alun-alun Rangkasbitung. Lokasi tersebut sangat cocok bagi pengunjung wisata kuliner untuk melepas penat.
Kehadiran wisata balong bisa menjadi alternatif warga dan anak-anak muda untuk makan malam dan santai bersama keluarga. Salah seorang pengunjung wisata balong, Dede mengatakan, lokasi tersebut setiap malam selalu dipadati pengunjung. Mereka bisa menikmati keramaian kota sambil menikmati beragam kuliner. Di lokasi, pengunjung bisa menikmati makanan apa saja, seperti ada bakso, ketoprak, pecel, nasi goreng sampai makanan seafood. Semua menu disajikan hangat dan menantang gairah makan.
Dengan kehadiran wisata tersebut, tentu bagi warga kota tidak perlu untuk pergi ke luar daerah jika hanya ingin menikmati kuliner. Sebab, di Balong Ranca Lentah tersebut banyak beragam makanan dengan harga murah. Wisata balong menyerupai setengah danau tersebut cukup memberikan suasana indah. Bagi wisatawan luar daerah bisa menghabiskan liburan akhir pekan dan menginap di sekitar wisata. Sebab, tidak jauh dari wisata tersebut, berdiri sebuah penginapan, restoran, dan hotel. “Wisata ini dekat dari pusat Kota Rangkasbitung. Kalau dari Provinsi Banten cukup ditempuh dalam waktu sejam,” katanya.

Featured Post

Masjid Agung Tanara. peninggalan Sultan Banten Maulana Hasanuddin

Menurut Wikipedia, pada umumnya masyarakat mengenal masjid agun Tanara, adalah peninggalan Syekh Nawawi, karena lokasinya berdampingan de...