Tuesday, January 2, 2018

Masjid Beji Bojonegara, Kabupaten Serang

Dilansir laman kebudayaan.kemdikbud.go.id,  tentang Masjid Baitul Mutaqin, dimana menaranya berbentuk seperti pion bidak catur. Terdiri atas tiga bagian, yakni bentuk persegi di bagian bawah (kaki), segi delapan di bagian tengah (badan), bagian atas berbentuk segi delapan yang di puncaknya terdapat simbol bulan sabit dan bintang. Di kaki menara terdapat pintu berbentuk lengkung di bagian atas. Pintu ini menuju puncak menara, yang dahulu digunakan untuk menyuarakan adzan memanggil umat Islam untuk sholat. Menara Masjid Beji dalam kondisi terawat, dibangun di atas tanah wakaf.
Menara Masjid Beji dibangun pada tahun 1888 atas perintah K.H. Wasyid, yang berungsi untuk adzan. Menara ini juga merupakan simbol peristiwa Geger Cilegon yang terjadi pada tahun 1888. Tokoh K.H. Wasyid sangat terkenal di kalangan masyarakat Cilegon dan sekitarnya. Geger Cilegon, sebagaimana yang disebutkan di atas, terjadi pada tanggal 8 Juli 1888. Peristiwa pemberontakan yang dikenal dengan Geger Cilegon tersebut dipimpin oleh Haji Abdul Karim, H. Tubagus Ismail, dan K.H. Wasyid.
Penyebab terjadinya pemberontakan adalah penetrasi perekonomian pada masyarakat Banten, khususnya Cilegon. Pemerintah kolonial memberlakukan peraturan sewa tanah yang berimbas pada peraturan perpajakan. Pemungutan pajak tersebut mengakibatkan langkanya uang dan rendahnya harga hasil pertanian.
Masjid Beji Bojonegara, Kabupaten Serang

Featured Post

Masjid Agung Tanara. peninggalan Sultan Banten Maulana Hasanuddin

Menurut Wikipedia, pada umumnya masyarakat mengenal masjid agun Tanara, adalah peninggalan Syekh Nawawi, karena lokasinya berdampingan de...